Kedelai Mahal, Stok Masih Cukup?

  • Whatsapp
image 21

PortalKota, Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemen Dag) segera mengambil langkah untuk mengurangi kecemasan masyarakat atas tiga hari kekurangan tahu awal tahun ini. Sekarang sudah kembali di pasaran, tapi harganya sudah naik.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto mengatakan penurunan impor kedelai asal Amerika Serikat yang selama ini diandalkan para perajin sebagai bahan baku tahu dan tempe sudah dimulai. Jatah impor Indonesia karena China yang industrinya sudah mulai tumbuh membeli kedelai dalam jumlah besar dari ‘Negeri Paman Sam’.

Bacaan Lainnya

Hal ini turut mendongkrak harga kedelai dunia.

Suhanto mengatakan, Selasa (5/1), harga kedelai dunia naik 9% bulan lalu, menurut data perwakilan perdagangan Indonesia di Chicago dan Washington, AS.

Advertisements

“Harga per bushel pada November 2020 hanya US $ 11,92. Saat ini kami mencapai US $ 12,95 per bushel. Setiap bushel beratnya sekitar 27,7 kg,” jelasnya.

Menurut data Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), harga rata-rata kedelai pada Desember 2020 adalah $ 461 / ton, naik 6% dari bulan sebelumnya menjadi $ 435 / ton.

Kenaikan harga juga berdampak pada produk kedelai, termasuk tahu dan tempe.

Advertisements

Ini karena harga kedelai dunia tinggi, kata Suhanto.

Kemendag juga akan segera bekerjasama dengan importir, Kementerian Pertanian, Asosiasi Koperasi Produsen Tahu-Tempe dan beberapa asosiasi untuk menstabilkan harga kedelai di dalam negeri.

Suhanto mengatakan, “Dalam 100 hari atau tiga bulan ke depan, kami sepakat untuk mengoperasikan pasar kedelai melalui koperasi patungan (Gacoptindo) bagi produsen tahu dan tempe. Langkah ini memungkinkan pengrajin tahu dan tempe menjadi bahan baku yang relatif kompetitif. Kami berharap mendapatkan harga. “

Advertisements

Saat ini pengrajin tahu dan temp memiliki harga kedelai Rp8.500 per kg. Harga tersebut merupakan kesepakatan bersama antara importir dan produsen tahu dan tempe yang sebelumnya melonjak dari 6.000 rupee per kilogram menjadi 7.000 rupee per kilogram.

Suhanto menuturkan, “Selama wabah ini, meski harga naik, harus tetap dalam kisaran yang wajar. Kemudian jangan dinaikkan sampai harganya tidak rasional,” kata Suhanto.

Stok yang cukup

image 23

Suhanto menambahkan, peluang impor kedelai dari negara lain sangat rendah, karena negara produsen lain juga sudah menaikkan harga.

Advertisements

Suhanto mengatakan, “Bicara harga, jika negara menaikkan harga, eksportir kedelai tetangga otomatis akan menaikkan harga produknya. Pilihan importir asal impor bebas, dan pemerintah tidak mengatur lokasi dan kuantitas.” Kata.

Dia menyarankan importir untuk mengambil tindakan yang diharapkan, karena stok saat ini tidak dapat ditambahkan dengan segera mengingat harga dunia yang tinggi dan pengiriman yang terbatas.

Stok kedelai Indonesia saat ini sudah mencukupi, kata Suhanto. Stok Kedelai di gudang importir masih sekitar 200.000 ton. Akan ada pasokan lain sekitar 150.000 ton dalam satu atau dua minggu.

Advertisements

Ia juga mengatakan, menurut data Asosiasi Importir Kedelai Indonesia (Akindo), pasokan importir di gudang saat ini sekitar 450.000 ton, sedangkan kebutuhan kedelai Indonesia sekitar 190.000 hingga 200.000 ton per bulan.

Artinya kami bisa bilang cukup bagus dari segi ketersediaan, kata Suhanto.

Advertisements

Pos terkait