Kejaksaan Agung Beberkan Kronologi Penangkapan Hendra Subrata yang Jadi Buron selama 10 Tahun

  • Whatsapp
buron kejagung1
Buronan Kejaksaan Agung Hendra Subrata Tertangkap di Singapura Berkat Kejelian Petugas Imigrasi KBRI Singapura

PortalKotaTerpidana 10 tahun buronan Kejaksaan Agung, Hendra Subrata alias Endang Rifai diciduk saat ingin memperpanjang paspor atau izin tinggal di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura.

Hal itu disampaikan Kapuspenkum Kejagung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak saat jumpa pers penahanan buronan terpidana Hendra Subrata di Kejagung RI Jakarta, Sabtu (26/6/2021).

Bacaan Lainnya

“Terpidana ditemukan di Singapura saat akan memperpanjang Paspor di KBRI Singapura dan ditemukan terpidana menggunakan identitas atas nama Endang Rifai oleh atase keimigrasian KBRI Singapura dan mencurigai adanya perbedaan identitas dari terpidana,” ujar Leonard.

Leonard menerangkan, Hendra adalah buronan sejak September 2011 atau hampir 10 tahun dan menetap di Singapura.

“Karena yang bersangkutan saat akan dilaksanakan eksekusi sudah tidak ada di tempat semula. Sejak sepuluh tahun yang lalu terpidana sudah berada di Singapura,” ucap Leonard.

Berikut kronologi penangkapan Hendra:
Hendra Subrata hendak memperpanjang paspor pada 17 Februari 2021 di KBRI di Singapura. Diketahui Hendra sudah berganti jati dirinya dengan menggunakan paspor atas nama Endang Rifai.

Hal itu membuat curiga petugas Atase Imigrasi KBRI Singapura saat Endang Rifai menjalani wawancara dan penelitian berkas.

Ia mulai gelisah dan marah karena merasa proses wawancara paspornya lama.

Ia ingin cepat selesai karena harus menjaga istrinya yang sakit di rumah.

Hendra mengaku, ketika istrinya memperpanjang paspor prosesnya bisa lebih cepat.

buronan kejaksaan agung bernama hendra subrata tertangkap di singapura berkat kejelian petugas imigrasi kbri singapura dan telah diterbangkan ke indonesia malam ini
buronan kejaksaan agung bernama hendra subrata tertangkap di singapura berkat kejelian petugas imigrasi kbri singapura dan telah diterbangkan ke indonesia malam ini (ist)

Ketika petugas Atase Imigrasi menanyakan siapa nama istrinya, Hendra menyebutkan nama Linawaty Widjaja.

Dari penelusuran petugas Atase Imigrasi memang didapati nama Linawaty Widjaja, namun nama suami yang dituliskan bukan Endang Rifai melainkan Hendra Subrata.

Petugas Atase Imigrasi kemudian mencoba mendalami mengapa nama suami yang dituliskan istrinya bukan atas nama Endang Rifai.

Hendra Subrata mulai merasa bersalah dan mencium gelagat bahwa pemalsuan jati dirinya terungkap.

Apalagi ketika kemudian Atase Kepolisian dan Atase Kejaksaan mulai dilibatkan untuk melakukan pendalaman.

Namun petugas Atase Imigrasi tidak bisa melakukan tindakan karena harus diperiksa silang dengan data yang ada siapa nama asli dari Endang Rifai. Apalagi Hendra Subrata meminta izin pulang karena istrinya yang sakit tidak ada yang menjaga di rumah.

Hendra Subrata diminta untuk datang kembali ke KBRI guna pemeriksaan terkait perpanjangan paspor yang diajukan. Namun ia tidak pernah datang kembali karena tahu persembunyiannya sudah terbongkar.

Hasil cek ulang yang dilakukan Atase Imigrasi dan Atase Kepolisian dengan Direktorat Jenderal Imigrasi dan Kepolisian RI mendapati bahwa Endang Rifai adalah Hendra Subrata yang sudah DPO selama 10 tahun.

Atase Imigrasi kemudian mengirimkan surat kepada Dirjen Imigrasi perihal penundaan pelayanan penggantian Paspor atas nama Endang Rifai. Lalu KBRI Singapura melalui Atase Imigrasi menarik paspor atas nama Endang Rifai. Kemudian, Hendra berangkatkan dari Kantor ICA di Kallang dan langsung masuk ke dalam pesawat. Proses check-in dilakukan oleh petugas ICA sebelumnya.

Sumber: Tribunnews.com

Pos terkait