Dipo Alam Sentil Para Menteri Jokowi: Nah Loh, Gitu Terus Tuh Menteri-Menteri yang Dipimpinnya

  • Whatsapp
3148543370

PortalKotaMantan Sekretaris Kabinet era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yaitu Dipo Alam sentil para Menteri Jokowi yang selalu saling melempar kesalahan usai data pribadi dan sertifikat vaksinasi milik sang Kepala Negara bocor di media sosial.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah menutup data pribadi milik Presiden dan sejumlah pejabat pada aplikasi Peduli Lindungi lantaran sertifikat vaksin milik Jokowi terekspos usai data NIK miliknya bocor di media nasional.

Bacaan Lainnya

Data NIK tersebut berasal dari situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memuat formulir calon Presiden RI untuk Pemilihan Presiden 2019.

Merespons masalah tersebut, pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan bahwa sertifikat vaksinasi Covid-19 milik Presiden Joko Widodo tersebar setelah pihak tertentu mengakses fitur pemeriksaan yang tersedia pada sistem di aplikasi Peduli Lindungi.

Juru bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi menyebutkan jika sistem Peduli Lindungi hanya mensyaratkan pengguna untuk memasukkan Nomor Identitas Kependudukan (NIK), tanggal lahir, tanggal vaksin, serta jenis vaksin yang digunakan untuk mempermudah akses sertifikat vaksinasi.

Namun, ia menilai bahwa data pribadi Presiden yang digunakan untuk mengakses sertifikat tersebut tidak berasal dari Sistem Peduli Lindungi.

Kominfo menegaskan akan melakukan langkah strategis untuk memutakhirkan tata kelola sistem Peduli Lindungi.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyebutkan bahwa data aplikasi Peduli Lindungi aman.

“Integrasi eHac ke aplikasi Peduli Lindungi dan migrasi aplikasi Peduli Lindungi, PCare dan Silacak ke data center Kominfo baru saja dilakukan dan saat ini, data Peduli Lindungi di data center Kominfo aman,” katanya yang dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara, Sabtu, 4 September 2021.

Merespons inside yang menimpa Jokowi, Kominfo menyatakan bahwa penjelasan lebih lanjut terkait sertifikat milik Presiden yang beredar di dunia maya merupakan wewenang Kementerian Kesehatan selaku wali data Covid-19.

Namun, perwakilan Kementerian Kesehatan belum memberikan penjelasan terkait sertifikat yang diduga milik Joko Widodo beredar di platform Twitter yang berisi nama lengkap, nomor induk kependudukan, tanggal vaksinasi , serta nomor batch vaksin.

Selain itu, hasil panatau dari Kantor Berita Antara terdapat pembaruan aplikasi Peduli Lindungi untuk sistem operasi Android.

Melihat sikap Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate yang melimpahkan masalah tersebut kepada Kemenkes, Dipo Alam pun buka suara melalui akun Twitter miliknya.

“Nah loh…gitu terus tuh menteri2 yang dipimpinnya?…”kamus ngeles”…mana? “kamus koreksi statements antar sesama”…mana?..masih mau lanjut??,” kata Dipo Alam yang dikutip dari Twitter, @dipoalam49, Sabtu, 4 September 2021.***

Sumber: Pikiran-Rakyat

Pos terkait