Febri Diansyah: Ratusan Suara Pegawai KPK Lolos TWK Perlu Didengar

  • Whatsapp
berbincang bersama kepala biro humas kpk febri diansyah 20191227 221552

PortalKotaRatusan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinyatakan lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) diketahui menggalang dukungan.

Dukungan dimaksud yaitu meminta pelantikan sebagai ASN ditunda. Penundaan ini juga buntut dari tak diloloskanya sejumlah pegawai KPK dalam TWK hingga berbuntut pemecatan.

Bacaan Lainnya

“Terkait dengan ratusan pegawai KPK yang menyatakan solidaritasnya terhadap 75 pegawai KPK yang dinyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat),” kata mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat keterangan video yang diterima, Minggu (30/5/2021).

“Saya kira suara ratusan pegawai KPK tersebut, meskipun mereka dinyatakan lolos atau memenuhi syarat sebagai ASN itu perlu didengar,” imbuhnya.

Dari data yang disampaikan Febri, sejak pukul 09.05 WIB Minggu ini tercatat sudah ada 693 orang yang menyatakan solidaritasnya untuk pegawai yang terancam dipecat. Kata dia, kemungkinan jumlah itu akan terus bertambah.

Febri mengatakan, alasan para pegawai lolos TWK harus didengar karena mereka adalah salah satu pondasi penting pemberantasan korupsi melalui KPK itu bisa dilakukan.

“Dan kalau para pegawai KPK tidak didengar, tentu kita sangat khawatir dengan nasib KPK kedepan,” katanya.

Ia pun menyebut bahwa pelantikan 1.274 pegawai KPK yang Memenuhi Syarat (MS) tidak perlu tergesa-gesa.

Alasannya, ada waktu dua tahun yang diatur di Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 terkait batas waktu pegawai KPK menjadi ASN.

Febri menjelaskan, jikalau revisi UU KPK dilakukan pada Oktober 2019, artinya masih ada waktu sampai Oktober 2021.

“Jadi tidak perlu tergesa-gesa karena hal itu justru semakin memperkuat kecurigaan bahwa proses alih status ini digunakan untuk menyingkirkan sejumlah pegawai yang berintegritas dan sedang menangani kasus-kasus besar,” ujar dia.

Diwartakan sebelumnya, pimpinan KPK telah menerima surat permohonan penundaan pelantikan para pegawai KPK sebagai ASN yang direncanakan digelar Selasa (1/6/2021) lusa.

“Solidaritas dari segenap pegawai KPK yang meminta agar pelantikan ditunda sangat kami hargai karenanya akan kami bahas Senin besok,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron lewat keterangan tertulis, Minggu (30/5/2021).

Sejatinya, ungkap Ghufron, pelantikan Pegawai KPK menjadi ASN pada tanggal 1 Juni sekaligus memperingati hari lahir Pancasila.

Sehingga bisa menjadi simbolik untuk menyatakan pegawai KPK itu pancasilais.

“Namun solidaritas juga substansialnya merupakan pengamalan sila persatuan yang juga kami apresiasi. Sehingga rencananya akan kami bahas besok Senin (31 Mei 2021). Hasilnya akan kami kabarkan,” kata Ghufron.

Diketahui, bahwa sampai kini mengenai alih status pegawai KPK jadi ASN masih diwarnai permasalahan.

Tepatnya setelah dilakukannya TWK.

Hasil TWK tersebut terdapat 75 orang pegawai yang tidak lolos.

Namun komposisinya sekarang berubah bedasar penilaian asesor dan disepakati bersama antara KPK, Kemenpan RB, dan BKN dalam rapat yang digelar di Kantor BKN, Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Sebanyak 51 dari 75 pegawai KPK yang tidak lolos asesmen TWK rencananya akan dipecat.

Adapun 24 pegawai lainnya dinilai masih dimungkinkan untuk dilakukan pembinaan sebelum diangkat menjadi ASN.

Mereka akan diminta kesediaannya untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara.

Sumber: Tribunnews.com

Pos terkait