PSI: Hentikan Proyek Alutsista Rp 1.700 Triiliun Kemenhan, Begini Lengkapnya

  • Whatsapp
psi jumpa pers lolos verifikasi kemenkumham 20161011 200824

PortalKotaRancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Alat Pertahanan dan Keamanan (Alpahankam) yang sedang disusun oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dinilai terlalu ambisius.

Ketua DPP PSI, Isyana Bagoes Oka, menyatakan rencana anggaran untuk belanja Alutsista sejumlah Rp 1.700 trilliun sepertinya terlalu bombastis dan cenderung tidak memperhatikan kondisi keuangan negara dan rakyat yang sedang kesulitan di masa pandemi ini.

Bacaan Lainnya

“Meski pihak Kemenhan menyatakan ini dalam bentuk pinjaman luar negeri, tetap saja di masa pandemi ini mengambil utang untuk keperluan senjata dirasa tidak tepat dan tidak sesuai dengan kebutuhan nasional. Saat ini yang kita butuhkan adalah vaksin dan stimulan untuk UMKM agar roda ekonomi rakyat bisa bergerak,” kata Isyana, Minggu (6/6/2021),

“Bayangkan kita sedang menghadapi virus tapi kita justru berhutang untuk beli senjata, bagaimana rasionalisasinya?” kata Isyana menambahkan.

PSI juga mengkritik transparansi rencana utang dan belanja alutsista oleh Kemenhan sebab rakyat seharusnya bisa tahu.

“Kita itu sudah punya road map tentang Minimum Essential Force (MEF) kebutuhan alutsista nasional. Tiba-tiba muncul rencana utang ribuan triliun tanpa publik tahu akan beli senjata jenis apa, dimana dan bagaimana prosesnya? Kemenhan harus jelas apakah belanja itu sudah sesuai dengan road map MEF yang sudah dicanangkan. Supaya rakyat bisa kontrol,” lanjut Isyana.

PSI secara tegas menolak rancangan Perpres ini,

“PSI menolak rancangan Perpres Alpahankam ini, selain karena tidak sensitif di masa pandemi, dilakukan dengan menambah utang negara, juga karena prosesnya tidak transparan,” ujar Isyana.

Sebelumnya, diberitakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mendatangi Gedung MPR/DPR pada hari ini, Rabu (2/6/2021).

Kedatangan Prabowo kali ini untuk melakukan rapat kerja bersama Komisi I DPR-RI.

Dalam rapat tersebut, Prabowo bersama Komisi I DPR  membahas anggaran modernisasi alutsista.

Prabowo pun berjanji akan menjelaskan secara gamblang mengenai rencana modernisasi alutsista.

Mengingat anggaran yang digunakan untuk modernisasi alutsista tersebut mencapai 1.700 triliun atau 1,7 kuadriliun.

“Kita akan paparkan rencana ke depan, tentunya akan ada tanya jawab dan sebagainya, kita akan usah menjelaskan segamblang gamblangnya”, kata Prabowo dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Rabu (2/6/2021).

Dalam rapat kerja tersebut, Prabowo tak datang sendiri.

Ia didampingi oleh Wamenhan M Herindra dan juga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Selain itu turut hadir Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Berikut adalah video Liputan dari Tribunnews.com di YouTube

Sumber: Tribunnews.com

Pos terkait