Respons PKS Sikapi Hasil Survei Voxpol Center: Jadi Modal Capreskan Salim Segaf Al Jufri

  • Whatsapp
ketua majelis syura pks habib salim segaf al jufri 1
Ketua Majelis Syura PKS Habib Salim Segaf Al Jufri.

PortalKotaPartai Keadilan Sejahtera (PKS) menempati posisi ketiga berdasarkan hasil survei terbaru Voxpol Center, dengan elektabilitas sebesar 9,4 persen.

Ketua Departemen Politik DPP PKS Nabil Ahmad Fauzi menyambut baik hasil survei tersebut.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, hasil survei tersebut menjadikan modal untuk memajukan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri sebagai calon presiden (capres) dalam pemilihan presiden 2024.

“Hasil survei Voxpol ini tentu menjadi penyemangat tersendiri bagi kami, jadi modal untuk Capreskan Ketua Majelis Syuro PKS Dr Salim Segaf Al-Jufri sebagai sosok pemimpin nasional kepada publik, sebagaimana rekomendasi Musyawarah Majelis Syuro IV yang digelar Rabu lalu,” kata Nabil kepada Tribunnews, Minggu (4/7/2021).

Sebagai partai politik, PKS berkepentingan untuk ikut memajukan bangsa ini melalui kiprah dalam mengawal dan memperjuangkan berbagai aspirasi rakyat.

Serta turut menampilkan tokoh kunci partai dalam kepemimpinan nasional.

“Langkah utamanya tentu dengan memperkenalkan sosok dan kiprah dari Mantan Dubes dan Mantan Menteri Sosial ini ke tengah publik secara luas,” ujarnya.

Elektabilitas Gerindra Tertinggi, Diikuti PDIP dan PKS

Lembaga survei Voxpol Center merilis hasil survei terkait elektabilitas partai politik jelang Pilpres 2024.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengatakan Partai Gerindra saat ini menjadi partai dengan elektabilitas paling tinggi.

“Jika pemilu legislatif diselenggarakan hari ini, menunjukkan bahwa Partai Gerindra sebesar 27,9 persen, adalah partai yang dipilih publik,” ujar Pangi, dalam rilis survei secara daring, Sabtu (3/7/2021).

Posisi kedua terkait elektabilitas parpol dihuni oleh PDI Perjuangan (PDIP) dengan elektabilitas sebesar 23 persen.

Disusul selanjutnya ada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di posisi ketiga dengan elektabilitas sebesar 9,4 persen.

“Di posisi keempat ada Partai Demokrat yang mendapatkan elektabilitas sebesar 7,8 persen. Disusul Golkar di urutan kelima dengan elektabilitas 6,8 persen dan diikuti PKB di posisi keenam dengan 4,9 persen,” kata dia.

Pangi mengatakan selain keenam parpol tersebut, parpol lain tidak mencapai ambang batas 4 persen.

Seperti Partai Nasdem di posisi ketujuh dengan elektabilitas 2,3 persen. Dilanjutkan dengan Perindo dengan 1,3 persen.

Selanjutnya ada PPP (1,3 persen), PAN (0,9 persen), Hanura (0,8 persen), PSI (0,3 persen), PBB (0,3 persen), Garuda (0,2 persen), Partai Ummat (0,2 persen), Berkarya (0,1 persen), PKPI (0,1 persen), serta Gelora (0,1 persen).

Akan tetapi, Pangi menyoroti masih besarnya angka pemilih yang belum menentukan suaranya. Yakni 12,5 persen.

Sehingga dia menilai elektabilitas parpol di Tanah Air masih sangat dinamis untuk tiga tahun ke depan.

“Masih tingginya Undecided Voters 12,5 persen, persentase keterpilihan masih sangat dinamis dan tiga tahun kedepan masih banyak kemungkinan perubahan peta elektabilitas partai politik di Indonesia,” tandasnya.

Sumber: Tribunnews.com

Pos terkait