SMRC: Mayoritas Masyarakat Tolak Jokowi 3 Periode, Hanya 5 Persen yang Mendukung

smrc: mayoritas masyarakat tolak jokowi 3 periode, hanya 5 persen yang mendukung

PORTALKOTA.COMHasil Survei Saiful Mujani Research and Consulting menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia tidak mendukung wacana masa jabatan Presiden tiga periode.

Bacaan Lainnya

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, mengatakan hanya 5 persen responden yang mendukung wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat tiga periode.

Menurutnya, mayoritas responden atau sekitar 73 persen menilai ketentuan masa jabatan presiden maksimal dua kali harus dipertahankan.

“Ternyata mayoritas masyarakat menentang gagasan presiden tiga periode ini, yang mendukung hanya 5 persen, sisanya tidak setuju,” kata Deni, dikutip Tribunnews.com dari kanal Youtube Kompas TV, Minggu (3/4/2022).

Saat ini, lanjut Deni, ketentuan UUD presiden maksimal 2 periode masing-masing lima tahun, lalu 73 persen masyarakat mengatakan itu hal yang baik.

Disebutkan, alasannya karena pemahaman terkait masa jabatan yang sesuai konstitusi sudah tertanam kuat.

Deni mengungkapkan, keinginan mempertahankan ketentuan masa jabatan presiden maksimal dua kali ini konsisten dalam tiga kali survei yang dilakukan oleh SMRC.

“Sudah melakukan survei tidak hanya sekali, tapi tiga kali. Dari bulan Mei 2021, September 2021, Maret 2022, hasilnya konsisten, mayoritas masyarakat tetap menolak,” jelasnya.

“Yang penting juga diamati, wacana Jokowi tiga periode tampaknya memberikan dampak negatif terhadap penilaian publik kepada kinerja pemerintahan Jokowi,” imbuhnya.

Diketahui, wacana perpanjangan masa jabatan kembali menjadi perbincangan publik akhir-akhir ini.

Wacana ini muncul setelah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mengungkapkan ide penundaan Pemilu hingga 2027.

Ia beralasan, Indonesia masih dalam konsisi pemulihan ekonomi karena pandemi Covid-19, sehingga mengusulkan agar pemilu ditunda.

Muhaimin Iskandar mengatakan, wacana penundaan pemilihan umum ini berasal dari idenya.

Tidak ada campur tangan dari pihak istana maupun lainnya.

“Ide saya, pure dari saya,” ucap Cak Imin kepada wartawan Tribunnews.com, Kamis (25/3/2022).

Tingkat Kepuasan Warga Terhadap Kinerja Jokowi Sebanyak 64,6 Persen, Turun dari Tahun Sebelumnya

Sebelumnya, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terbaru terkait kondisi ekonomi politik dan kinerja pemerintah.

Survei tersebut, juga menyangkut tingkat kepuasan warga terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berdasarkan survei pada 13-20 Maret 2002 ini, mayoritas warga merasa sangat atau cukup puas atas kinerja Jokowi.

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, mengatakan sebanyak 64,6 persen masyarakat merasa puas terhadap kinerja Presiden.

“Dalam survei Maret 2022, saat ini ada 64,6 warga yang merasa sangat atau cukup puas denga kinerja Jokowi, yang kurang atau tidak puas ada 32,3 persen, dan 3,1, persen yang tidak menjawab.”

“Mayoritas publik masih merasa puas dengan kinerja Jokowi sebagai Presiden pada survei terakhir,” katanya, dikutip Tribunnews.com dari kanal YouTube SMRC TV.

Deni menambahkan, ada fluktuasi penilaian dari survei ke survei.

Dalam setahun terakhir kepuasan terhadap kinerja Jokowi menurun dari 77 persen pada survei Maret 2021 menjadi 64,6 persen pada survei terakhir Maret 2022.

Namun, kinerja Presiden Jokowi masih dinilai positif di mata publik pada umumnya.

“Kalau dibandingkan pada Maret 2021 ada penurunan kepuasan publik,” ucapnya.

Selain kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi, SMRC juga melakukan survei terkait kondisi ekonomi nasional.

Dalam survei ini, sebanyak 31,1 persen warga menilai kondisi ekonomi nasional sekarang lebih buruk.

Sementara yang menilai lebih baik ada 35,6 persen.

Kemudian, ada 28,6 persen responden yang mengatakan, kondisi ekonomi nasional tidak ada perubahan.

“Saya kira ini refleksi kalau kita bertanya kepada masyarakat bagaimana mereka menilai kondisi ekonomi nasional,” ucap Deni.

survei smrc terkait kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan jokowi secara umum

Survei SMRC terkait kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi secara umum. (SMRC)

Ia mengatakan, secara tren dalam dua tahun terakhir ada fluktuasi soal penilaian publik terhadap kondisi ekonomi nasional.

“Yang terlihat ketika masuk periode Covid-19, tingkat penilaian publik terhadap kondisi ekonomi nasional sentimen negatifnya mengalami peningkatan, dari 21,4 persen pada Maret 2020 menjadi 60,3 persen yang menilai negatif di awal-awal pandemi,” jelas Deni.

Namun, Deni mencatat ada kemajuan penilaian publik, sebagaimana diberitakan Tribunnews.com.

Di mana yang menilai kondisi ekonomi sekarang lebih baik mengalami peningkatan, dari 15,2 persen pada Oktober 2020 menjadi 35,6 persen pada Maret ini.

“Memang belum pulih betul persepsi publik terhadap kondisi ekonomi nasional ke masa normal sebelum Covid-19 tapi kita melihat ada kemajuan, sentimen positif mengalami peningkatan, sentimen negatif mengalami penurunan,” ucapnya.

Diketahui, survei SMRC digelar pada 13-20 Maret 2002 menggunakan metode wawancara langsung.

Responden yang dapat diwawancarai secara valid adalah sebanyak 1.027 responden dari 1.220 responden yang direncanakan.

Margin of error sebesar kurang lebih 3,12 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen asumsi simple random sampling.

Sumber: https://www.tribunnews.com/nasional/2022/04/03/smrc-mayoritas-masyarakat-tolak-jokowi-3-periode-hanya-5-persen-yang-mendukung

Pos terkait