Ngeri!!! 9 Dampak Negatif Kurang Olahraga

  • Whatsapp
images 2021 02 02t125736.087

Dampak negatif dari kurang olahraga, melemahnya sistem kekebalan tubuh, dan kualitas tidur yang buruk mengganggu fungsi otak.

Meskipun menghabiskan waktu bersantai atau menonton TV pasti menyenangkan, namun jangan lupa untuk berolahraga ya!

Bacaan Lainnya

Alasannya adalah ketika tubuh tidak aktif secara fisik, ada banyak efek buruk yang melekat pada kesehatan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gaya hidup yang tidak aktif secara fisik menjadi penyebab kematian dua juta orang di dunia setiap tahunnya, jadi kami selalu menganjurkan agar Anda berhati-hati dalam berolahraga.

Supaya makin bergairah berolahraga, kenali berbagai dampak negatif dari tidak berolahraga.

9 dampak negatik kurang olahraga ini bikin ngeri

1. meningkatkan risiko penyakit jantung

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Circulation Research melaporkan bahwa kurang olahraga dan kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Pasalnya, olahraga dapat memperkuat jantung dan memperlancar peredaran darah sehingga kadar oksigen dalam tubuh menjadi stabil.

Berbagai faktor risiko penyakit jantung, seperti kolesterol tinggi, penyakit jantung koroner, dan serangan jantung, juga bisa dicegah dengan sering berolahraga.

2. Kerusakan fungsi otak

Setiap bagian tubuh akan menua, termasuk otak. Menurut sebuah penelitian, berolahraga secara teratur bisa mencegah proses penuaan di otak.

Selain itu, kebiasaan ini juga dapat meningkatkan daya ingat. Sebaliknya, saat tubuh kurang berolahraga, otak lebih rentan mengalami tanda-tanda penuaan, seperti penurunan fungsi kognitif.

3. Gangguan kesehatan mental

Kesehatan fisik tidak hanya dipengaruhi secara negatif oleh kurangnya olahraga, tetapi kesehatan mental juga terpengaruh.

Kemalasan dan kurangnya aktivitas fisik selama 3 jam per hari dapat meningkatkan risiko gejala depresi. Dengan berolahraga secara rutin, risiko berkembangnya depresi mental bisa dikurangi hingga 30 persen.

4. Tulang dan persendian mudah terluka

Kurang olahraga bisa membuat tulang dan persendian di tubuh rentan cedera. Sedangkan olahraga teratur dipercaya dapat menurunkan risiko osteoporosis (kepadatan tulang rendah) dan osteoporosis (lemah dan osteoporosis).

Selain itu, aktivitas fisik dapat membantu kita menghindari cedera dan meningkatkan ketahanan aktivitas kita.

5. Peningkatan lingkar pinggang dan penambahan berat badan

Faktanya, gaya hidup yang malas dan kurangnya aktivitas fisik terbukti meningkatkan lingkar pinggang. Kondisi ini terjadi karena kalori dalam tubuh tidak dibakar dengan benar sehingga akan menumpuk

Jadi jangan heran jika berat badan Anda bertambah juga.

6. meningkatkan risiko kanker

Jarang, kurang olahraga meningkatkan risiko berbagai jenis kanker. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa gaya hidup yang malas dan tidak aktif secara fisik dapat meningkatkan risiko kanker usus besar, rektal (usus besar), payudara, paru-paru, dan ovarium.

Untuk mencegah kanker, tentunya Anda harus mengikuti pola hidup sehat dan rutin berolahraga.

Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa olahraga dapat mencegah berbagai jenis kanker.

7. Badan pincang dan mudah lelah

Sebuah penelitian menunjukkan, kelelahan partisipan bisa diredakan setelah rutin berolahraga selama enam minggu. Pada penderita sindrom kelelahan kronis, olahraga teratur dipercaya dapat meningkatkan energi tubuh.

Sementara bagi penderita kanker, multiple sclerosis, dan HIV / AIDS yang sering merasa lelah disarankan untuk berolahraga agar tetap aktif.

8. Penyebab diabetes tipe 2

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Aktivitas fisik atau olahraga dapat membantu tubuh mengontrol gula darah (glukosa), menjaga berat badan, menstabilkan tekanan darah, dan menurunkan kolesterol jahat (LDL).

Selain itu, olahraga teratur juga efektif meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh.

9. Kualitas tidur menurun

Suhu tubuh Anda akan meningkat saat berolahraga dan saat Anda berada di tempat tidur, suhu tubuh Anda akan turun, membuat Anda tidur lebih nyenyak.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa berolahraga 150 menit dalam seminggu dapat meningkatkan kualitas tidur hingga 65 persen.

tidak ada kata terlambat untuk mulai berolahraga dan beraktivitas fisik! Anda bisa melakukan olahraga rutin agar tidak terkena salah satu dampak negatif kurang olahraga diatas.

Pos terkait